Badiuzzaman Said Nursi
Pemuda yang tergila pada ilmu. Berpuluh kitab mampu dipelajarinya dalam 3 bulan di usia 15 tahun. Sedangkan ulama lain butuh menghabiskan waktu 25 tahun untuk khatam beberapa kitab. Beliau kutu buku? Ah saya rasa, lebih tepatnya predator buku. Keajaiban zaman adalah dirinya.
Merantau adalah kunci pintu ilmunya.
Tak peduli jarak, mendaki gunung, menyebrangi sungai hingga lintas negara. Baginya iman dan pendidikan landasan utama. Turki Utsmani disanalah taringnya semakin terlihat. Menulispun menjadi salah satu senjatanya menjatuhkan UPC dan Femonsary.
Hingga pada perang Dunia I jiwa patriotismenya semakin jelas. "Yang paling layak untuk dicintai adalah cinta itu sendiri dan yang paling layak dimusuhi adalah permusuhan itu sendiri!" Bagaimanapun dia tak suka dengan perang. Namun kecintaanya pada tanah air dan islam melebihi segalanya. Bertahan dengan agar syariat tetap berdiri tegak di bumi para nabi, Turki. "Perbaiki ibadah kita pada Allah! Maka Allah akan memenangkan kita" Kini rupanya tiada. Tapi karya dalam tulisanya abadi. Sekilas biografi ulama Turki.
17-11-14 Sepulang mengajar. Sepanjang jalan di pematang sawah. Ditemani pemilik lagu "So Real"

0 komentar:
Posting Komentar